Sabtu, 19 November 2011

PERSAMAAN REAKSI KIMIA SEDERHANA


A.  Persamaan Reaksi
Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia (Setiabudi, A. dan Sunarya, Y. 2009). Persamaan reaksi menggambarkan hubungan zat-zat kimia yang terlibat sebelum dan sesudah reaksi kimia. Persamaan reaksi dinyatakan dengan rumus kimia zat-zat yang bereaksi dan hasil reaksi, angka koefisien, dan fase/ wujud zat. Zat-zat yang bereaksi disebut pereaksi/reaktan dituliskan di sebelah kiri tanda anak panah, sedangkan zat-zat hasil reaksi atau produk reaksi dituliskan di sebelah kanan tanda anak panah. Perubahan dari pereaksi menjadi hasil reaksi digambarkan dengan tanda anak panah. Angka koefisien menyatakan jumlah partikel dari setiap pereaksi dan hasil reaksi. Angka koefisien dituliskan di depan rumus kimia zat, agar reaksi menjadi setara.
Reaksi dikatakan setara jika jumlah atom di kiri sama dengan jumlah atom di kanan tanda anak panah, sehingga sesuai dengan Hukum Kekekalan Massa.
Wujud/fase zat ada 4, yaitu:
1. cair/liquid (l);
2. padat/solid (s);
3. gas (g);
4. larutan (aq).
Contoh: Molekul karbon bereaksi dengan molekul oksigen menghasilkan molekul  karbondioksida, ditulis dalam persamaan reaksi kimia sebagai berikut:
C (g) + O2 (g)  ¾ → CO2 (g)
H2 dan O2 disebut pereaksi/reaktan
H2O disebut hasil reaksi

Ada juga yang disebut reaksi bolak-balik dimana hasil reaksi kembali bereaksi menghasilkan produk yaitu pereaksinya.
CH3COOH(aq)+ NaOH(aq)         CH3COONa(aq) + H2O(aq)

B.  Penyetaraan Persamaan Reaksi Kimia
Dalam persamaan reaksi berlaku jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Perhatikan contoh reaksi berikut:
NaOH (aq) + HCl (aq)           NaCl (aq) + H2O (aq)
Pada reaksi tersebut:
Atom Na di kiri 1 dan di kanan 1
Atom O di kiri 1 dan di kanan 1
Atom H di kiri 2 dan di kanan 2
Atom Cl di kiri 1 dan di kanan 1
Jumlah atom di kiri 5 atom sedang di kanan juga 5 atom, maka persamaan tersebut telah setara. Jika terjadi jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi tidak sama, maka persamaan reaksi tersebut belum setara (Harnanto, A. dan Ruminten).

C. Metode penyetaraan reaksi

Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia, yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara, baik jumlah zat maupun muatannya. Sebelum menuliskan persamaan reaksi yang benar, tuliskan dulu persamaan kerangkanya. Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan menambahkan bilangan di depan setiap rumus kimia dengan angka yang sesuai. Bilangan yang ditambahkan ini dinamakan koefisien reaksi. Cara yang benar untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan cara menentukan nilai koefisien reaksi (Setiabudi, A. dan Sunarya, Y. 2009).
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menyetarakan persamaan reaksi kimia.


D.  Contoh Reaksi Kimia
a. Reaksi Penguraian
Reaksi penguraian adalah suatu reaksi senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih zat yang baru.
Contoh:
Jika amonium klorida dipanaskan maka akan terurai menjadi ammonia dan asam klorida. Persamaan reaksinya:
                                               NH4Cl(s)                 NH3(g) + HCl(g)
b. Reaksi Penggabungan
Reaksi penggabungan adalah reaksi dimana dua buah zat atau lebih bergabung membentuk satu jenis zat yang baru.
Contoh:
Di atmosfir gas nitrogen dan gas hidrogen dapat bereaksi membentuk amonia dengan bantuan petir. Persamaan reaksinya:
N2(g) + 3H2(g)               2NH3(g)

c. Reaksi Pendesakan
Reaksi pendesakan atau disebut juga reaksi pertukaran tunggal adalah reaksi dimana suatu unsur menggantikan posisi unsur lain dalam suatu senyawa.
Contoh:
Larutan natrium sulfat bereaksi dengan barium nitrat membentuk endapan putih dari barium sulfat. Persamaan reaksinya:
Jika logam seng dicelupkan ke dalam larutan tembaga(II) sulfat akan menggantikan posisi tembaga. Persamaan reaksinya:
Zn(s) + CuSO4(aq)              Cu(s) + ZnSO4(aq)

d. Reaksi Metatesis
Reaksi metatesis atau reaksi pertukaran ganda adalah reaksi kimia yang melibatkan pertukaran antar ion-ion dalam senyawa yang bereaksi.
Contoh:
Larutan natrium sulfat bereaksi dengan barium nitrat membentuk endapan putih dari barium sulfat.
Persamaan reaksinya:
Na2SO4(aq) + Ba(NO3)2(aq)              2NaNO3(aq) + BaSO4(s)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar